KEMENTERIAN AGAMA
MTS. TAUHIDUL AFKAR
Jalan
Hancet KM. 6 Cibadak Pesantren Girang Sukanagalih Pacet Cianjur
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)
BIMBINGAN
KLASIKAL
SEMESTER GANJIL
TAHUN PELAJARAN 2026/2027
|
A |
Komponen |
Layanan Dasar |
|
B |
Bidang Layanan |
Karir |
|
C |
Topik / Tema
Layanan |
Profesi di Dunia Kerja |
|
D |
Fungsi Layanan |
Pemahaman |
|
E |
Tujuan Umum |
Peserta
didik/konseli dapat mengetahui dan
memahami macam-macam profesi yang ada di dunia kerja |
|
F |
Tujuan Khusus |
1.
Peserta didik/konseli dapat memahami definisi
pekerjaan, profesi, jabatan dan karir 2.
Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian
profesi 3.
Peserta didik/konseli dapat memahami
hal-hal yang perlu diperhatikan untuk memiliki profesi |
|
G |
Sasaran Layanan |
Kelas
9 |
|
H |
Materi Layanan |
1.
Antara pekerjaan, profesi,
jabatan dan karir 2.
Pengertian profesi 3.
Hal yang perlu
diperhatikan untuk memiliki profesi |
|
I |
Waktu |
2 Kali Pertemuan x 45 Menit |
|
J |
Sumber Materi |
Slamet, dkk 2016, Materi Layanan
Klasikal Bimbingan dan Konseling untuk SMP-MTs kelas 7, Yogyakarta, Paramitra Publishing |
|
K |
Metode/Teknik |
Ceramah, Curah pendapat dan tanya
jawab |
|
L |
Media
/ Alat |
LCD, Power
Point, Profesi di dunia kerja |
|
M |
Pelaksanaan |
|
|
Tahap |
Uraian Kegiatan |
|
|
1. Tahap Awal / Pedahuluan |
1.
Membuka dengan salam
dan berdoa 2.
Membina hubungan baik
dengan peserta didik (menanyakan kabar, pelajaran sebelumnya, ice breaking) 3.
Menyampaikan tujuan
layanan materi Bimbingan dan Konseling 4.
Menanayakan
kesiapan kepada peserta didik |
|
|
2. Tahap Inti |
1.
Guru BK menayangkan media slide power point yang
berhubungan dengan materi layanan 2. Peserta didik mengamati slide pp yang berhubungan dengan materi layanan 3.
Guru BK mengajak
curah pendapat dan
tanya jawab 4.
Guru BK membagi kelas menjadi
6 kelompok, 1 kelompok 5- 6 orang 5.
Guru BK
memberi tugas kepada masing-masing kelompok 6.
Peserta didik
mendiskusikan dengan
kelompok masing-masing 7.
Setiap
kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian kelompok lain menanggapinya, dan
seterusnya bergantian sampai selesai. |
|
|
|
3. Tahap Penutup |
1.
Guru BK mengajak
peserta didik membuat kesimpulan yang terkait dengan materi layanan 2.
Guru BK mengajak
peserta didik untuk agar dapat menghadirkan Tuhan dalam hidupnya 3.
Guru BK menyampaikan
materi layanan yang akan datang 4.
Guru BK mengakhiri
kegiatan dengan berdoa dan salam |
|
M |
Evaluasi |
|
|
|
1. Evaluasi Proses |
Guru BK atau
konselor melakukan evaluasi dengan memperhatikan proses yang terjadi : 1. Melakukan Refleksi hasil, setiap peserta didik menuliskan di kertas yang sudah disiapkan. 2. Sikap atau atusias peserta didik dalam
mengikuti kegiatan 3. Cara peserta didik dalam menyampaikan pendapat
atau bertanya 4. Cara peserta didik memberikan penjelasan
dari pertanyaan guru BK |
|
2. Evaluasi Hasil |
Evaluasi
setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain : 1. Merasakan suasana pertemuan :
menyenangkan/kurang menyenangkan/tidak menyenangkan. 2. Topik yang dibahas : sangat penting/kurang
penting/tidak penting 3. Cara Guru Bimbingan dan Konseling atau
konselor menyampaikan : mudah dipahami/tidak mudah/sulit dipahami 4. Kegiatan yang diikuti : menarik/kurang
menarik/tidak menarik untuk diikuti |
LAMPIRAN-LAMPIRAN
1.
Uraian materi
2.
Lembar kerja siswa
3. Instrumen penilaian
Cianjur, Juli 2026
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru
BK
Ai Maskuroh, SE. Uuh Suhaemi Arizal, S.Pd.I
NIP --- NIP. ---
Lampiran
1. Uraian Materi
MENGENAL
PROFESI DI DUNIA KERJA
Jadi Apakah
Persahabatan Itu ?
Persahabatan adalah hubungan timbal balik antara 2 orang atau
lebih yang di dasari atas asas sukarela untuk berbagai kepentingan tertentu
dengan intensitas hubungan yang sangat erat.
Bagaimana sebuah
hubungan di katakan sebagai “Persahabatan” ?
Sebuah hubungan dikatakan persahabatan jika memiliki
ciri-ciri sebagai berikut :
-
Saling menyayangi dan berbagi dalam banyak
hal
-
Saling setia, jujur dan kerjasama yang
baik
-
Saling berkomunikasi secara intensif
-
Saling menjaga rahasia saling percaya dan
mengedepankan kejujuran
-
Saling membantu terutama saat salah satu
mendapatkan kesulitan
-
Saling Menjaga persamaan hak dan kwajiban
-
Saling menghargai adanya perbedaan, baik
perbedaan hobi, visi dan status sosial
Bagaimana Membina persahabatan agar awet dan
lebih bermanfaat.
1.
Menghormati
dan Menghargai, Kalau kita ingin bersahabat dengan seseorang, jangan pernah
kita melihat latar belakang orang tersebut. Jangan pernah kita melihat dia dari
golongan mana, suku mana, agama apa, dll. Jadi siapapun dia dan apapun latar
belakangnya kita harus menghormati dan menghargainya
2.
Saling
Menjaga Rahasia, Sahabat adalah merupakan tempat kita berbagi dan berkeluh
kesah. Tak jarang rahasia pribadi mereka, mereka mau menceritakan sama kita.
Untuk itu supaya persahabatan tetap terjaga, kita harus menjaga rahasia itu dan
jangan kita sia-siakan kepercayaan sahabat itu yang sudah di berikan kepada
kita.
3.
Jangan
Bermuka Dua, Manusia di dunia ini tak ada seorangpun yang sempurna. Begitu juga
dengan sahabat, tak pernah lepas dari yang namanya kesalahan, lupa dan khilaf.
Jadi kalau suatu saat nanti sahabat kita melakukan kesalahan baik yang di
sengaja maupun tidak, jangan pernah kita membicarakan dia di belakangnya.
Apapun dia masalah itu harus di selesaikan dengan baik-baik.
4.
Jadilah pendengar yang baik buat teman-temanmu, Jangan pernah sekalipun
kamu bersikap menggurui. Memberi nasihat boleh-boleh aja, tapi jangan
melakukannya dengan cepat. Pelahan-lahan namun pastikan temanmu itu
mendengarkannya.
5.
Setiap orang memiliki pribadi yang unik dan khas, Cobalah mengerti
bagaimana karakter temanmu. Hormatilah pendapatnya. Walau kadang kalian bisa
saling berbeda pendapat dan keyakinan, namun pasti ada jalan tengah yang bisa
ditempuh asal jangan tergesa-gesa memutuskannya.
6.
Peliharalah kepercayaan yang telah diberikan oleh teman dekatmu itu., Kalo
yang ini nyambung tuh sama yang sebelumnya, yaitu Saling Menjaga rahasia.
Jangan pernah sekali-kali kamu mengobral rahasia temanmu pada orang lain.
Saling jaga rahasia, anggap saja antara kalian ada sebuah permainan yang hanya
bisa dimainkan oleh kamu dan temanmu.
7.
Berilah dukungan dan pujilah temanmu, kesampingkan kesalahannya dan
kelemahannya.Memberi dukungan kepada sahabat dalam keadaan apapun itulah yang
terbaik. Apalagi saat temam/sahabat kita mengalami suatu masalah yang membuat
ia terpuruk, maka kta sebagai sahabatnya harus bisa menghiburnya dan membuat ia
ceria kembali. Dukungan dari orang-orang yang berarti bisa menjadi sebuah
kekuatan untuknya.
8.
Jangan pernah merasa iri kepada temanmu. Kebahagiaannya adalah bahagia
milikmu juga. Ikut berbahagialan atas keberhasilan temanmu. Iri itu hanya
membawamu pada keburukan. Buang jauh-jauh perasaan iri. Kita patut ikut
Berbahagia apabila teman/sahabat kita mendapatkan suatu kebahagiaan atau
keberhasilan.
9.
Dekat bukan berarti harus tergantung satu sama lain. Berikan pertolongan
secukupnya. Jagalah ‘jarak’ yang wajar. Mundurlah sedikit bila kita merasa
pertemanan sudah terlampau dekat. Sebaliknya, mendekatlah kala kita merasa
pertemanan sudah semakin renggang.
10. Sisihkan waktu untuk melakukan
kegiatan refresing bersama. Kembangkan sikap toleransi, fleksibelitas,
asertive, empati dan belajar saling memahami. Kegitan keluar/liburan dan hang
out bareng bisa mendekatkan satu sama lain. Sering-seringlah jalan bareng
temen.
11. Jangan pernah ragu untuk minta maaf
pada temanmu saat kamu melakukan sebuah kesalahan padanya. Setelah itu
berusahalah perbaiki kesalahanmu. Begitu pula sebaliknya, berikan maaf dan
lupakan kesalahannya jika ia bersalah.
12. Harus Peduli. Sebagai yang sahabat
yang baik, kita harus peduli kepada sahabat kita. Jadi jangan sewaktu kita
membutuhkan pertolongan dia ada untuk kita, sementara disaat dia butuh
pertolongan kita justru tak mau peduli dan tak mau tau.
Tujuh sikap terbaik dalam membangun tali persahabatan
:
1. Jadilah diri yang rendah hati. Seorang yang memiliki
sikap rendah hati akan lebih mampu dalam membangun tali persahabatan. Lawan
utama dari sikap ini adalah kesombongan. Manakala kita lebih banyak sombongnya
daripada rendah hatinya maka akan makin sedikit orang yang tetap mau berteman
dengan kita.
Sikap rendah hati tidak muncul tiba tiba, ada banyak faktor yang menjadi
latar belakang mengapa orang yang sombong tiba tiba bisa berubah menjadi rendah
hati.Salah satu faktor yang memberi pengaruh besar itu berasal dari dalam
sendiri, yaitu keinginan untuk menjadi manusia yang lebih baik dan lebih
berguna dar sebelumnya.
2.
Jadilah
pendengar yang baik. Tampaknya begitu mudah ketika kita diminta untuk menjadi
pendengar, namun hanya ada sedikit orang yang mampu menjalankan hal ini.
Seorang yang biasa dan telah terlatih untuk mendengarkan orang lain maka ia
akan lebih mudah diterima orang lain dimanapun berada. Dengarkan baik baik
ketika sahabat kita sedang bercerita, fokuskan perhatian terhadap apa yang
sedang diceritakan, jangan sampai sahabat kita merasa dicuekin karena kita syik
main game atau begitu asyik menonton televisi.
3.
Berikan
pujian yang tulus kepada sahabat. Mungkin ada sebagian pembaca yang belum
pernah memberikan pujian kepada temannya sendiri meski jalinan persahabatan
yang ada telah terjalin selama puluhan tahun ? Kita tak boleh terlambat untuk
memberikan pujian, kita hendaknya percaya bahwa pujian akan memberi semangat
dan energi baru untuk sahabat sahabat yang ada dalam hidup ini.Kita mesti yakin
bahwa seburuk apapun ke lakuan dari sahabat kita maka mereka pasti punya sisi
keunggulan yang pantas diganjar dengan pujian. Sanjuangan yang bernilai positif
itu ibarat angin dalam roda mobil, atau udara yang membuat balon terbang ke
tempat yang lebih tinggi. Asal pujiannya tak terlalu sering dan tidak over maka
jalinan persahabatan akan makin langgeng dimasa masa berikutnya.
4.
Mengalah
demi kebaikan sahabat. Sungguh teramat beruntung ketika kita memiliki sahabat
sahabat yang lebih banyak mengalah dan lebih mengutamakan kepentingan kita.
Mereka inilah yang jiwanya bersih, hatinya tulus dan mampu menghargai arti
persahabatan lebih tinggi dari umumnya orang. Mereka menjadikan kita sahabat
bukan karena harta atau apa, namun mereka membangun persahabatan dengan tujuan
untuk memberi kebaikan kepada sesama. Dari sekian banyak jumlah teman
yang kita miliki maka hanya ada sedikit sahabat yang mempunyai sikap lebih
banyak mengalah.Tentunya kita bisa belajar lebih banyak dan meneladani sikap
yang begitu mulia ini, karena sikap mengalah pada jangka panjangnya akan
membuat kita makin kuat.
5.
Berani
menegur kita dengan sikap yang tegas tetapi santun. Sahabat yang baik bukanlah
orang yang selalu setuju dengan semua tindakan yang kita ambil. Menegur sahabat
tak selamanya mudah, perlu cara dan waktu yang tepat pula. Kita mungkin
pernah mengalami hal yang tak enak saat menegur sahabat yang melakukan
kesalahan, karena mereka malah jadi membenci dan menjauh dari kita. Kita
dianggap telah mencampuri urusannya dan sok peduli dengan masalahnya. Selama
niat kita tulus dan kita yakin bahwa teguran itu demi kebaikan sahabat kita
maka jangan pernah ragu untuk mengingatkan sahabat yang kita cintai.
6.
Setia
dan tanggung jawab. Inilah sikap yang sangat dibutuhkan sahabat sahabat kita,
mereka sangat membenci yang namanya pengkhianatan baik itu dilakukan secara
terang terangan ataupun melalui cara cara keji yang tak mereka ketahui
sepanjang hidupnya. Jangan pernah mengorbankan sahabat sendiri hanya karena
kita ingin kepentingan pribadi segera terwujud. Sahabat yang telah
bertahun tahun dengan kita dan telah bersama dalam kita dalam suka atau duka
itu jauh lebih penting dari segalanya. Kebeningan dan kesetiaan yang telah sahabat
berikan kepada kita tak akan pernah bisa dibeli, tak ada orang yang sanggup
membeli kedamaian pikiran saat kita bersahabat dengan orang lain.
Sebagian dari kita ada yang mengorbankan sahabat hanya demi tujuan uang dan
kekayaan, padahal para ahli telah menemukan satu bukti andai seluruh harta dan
uang di dunia ini diubah menjadi emas maka hanya akan menjadi beberapa kubik
saja, namun seluruh emas yang telah disatukan ini tak akan mampu menggantikan
kelembutan dan kesetiaan para sahabat kita yang mengagumkan.
7. Rutinkan untuk mendoakan sahabat kita. Apapun agama
yang kita anut maka jangan pernah lupa untuk mendoakan mereka, kebiasaan ini
akan membuat kita makin dekat dengan Tuhan dan kita akan memahami bahwa mereka
ada dalam hidup kita tentu bukan tanpa sebab. Harus kita akui bahwa kita
berhutang besar atas kebaikan para sahabat, kita tak mungkin melupakan mereka,
sejelek apapun perilaku sahabat maka jangan pernah bosan untuk memberi harapan
lewat doa doa suci saat kita menyatukan hati kepada Tuhan. Doa kebaikan akan
kembali kepada diri kita dan mendoakan kejahatan atau kecelakaan untuk sahabat
maka itu pun akan kembali pada diri kita. Wahai sahabat...boleh saja kau
melupakanku, tetapi jangan pernah bosan untuk mengingatku dalam tiap sembah
sujudmu. Karena itulah yang aku inginkan, aku ingin kelak engkau tahu
bahwa tali persahabatan diantara kita bukan karena apa, tetapi karena kita
ingin mendapat kebaikan dalam hidup baik kini, esok ataupun selamanya.
Hal-hal yang merusak
Persahabatan
·
Sudah tidak ada kejujuran, rasa saling
percaya dan rasa saling mebnjaga rahasia
·
Adanya persaingan yang tidak sehat dan
kecemburuan
·
Mulai mementingkan kepentingan dan
keuntungan pribadi
·
Tidak adanya keadilan, keseimbangan ,
kebersamaan dan rasa saling memiliki lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar