PEMERINTAH KABUPATEN
CIANJUR
KEMENTERIAN AGAMA
MTS. TAUHIDUL AFKAR
Jalan
Hancet KM. 6 Cibadak Pesantren Girang Sukanagalih Pacet Cianjur
![]()
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)
BIMBINGAN
KLASIKAL
SEMESTER GANJIL
TAHUN PELAJARAN 2026/2027
|
A A. |
Komponen Layanan |
Layanan Dasar |
|
B |
Bidang Layanan |
Belajar |
|
C |
Topik / Tema
Layanan |
Belajar Kelompok yang Efektif |
|
D |
Fungsi Layanan |
Pemahaman |
|
E |
Tujuan Umum |
Peserta didik/konseli mampu mengembangkan keterampilan belajar dan relasi sosialnya melalui
kegiatan kelompok belajar |
|
F |
Tujuan Khusus |
1. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian belajar kelompok 2. Peserta
didik/konseli dapat memahami belajar kelompok yang efektif 3. Peserta
didik/konseli dapat memahami hal-hal yang harus diperhatikan dalam kegiatan
kelompok belajar |
|
G |
Sasaran Layanan |
Kelas
8 |
|
H |
Materi Layanan |
1.
Pengertian belajar
kelompok 2.
Belajar kelompok efektif 3.
Hal yang harus
diperhatikan dalam kegiatan belajar kelompok |
|
I |
Waktu |
2 Kali Pertemuan x 45 Menit |
|
J |
Sumber Materi |
1. Slamet, dkk
2016, Materi Layanan Klasikal Bimbingan dan Konseling untuk SMP-MTs kelas 8,
Yogyakarta, Paramitra Publishing 2. http://mintotulus.wordpress.com |
|
K |
Metode/Teknik |
Ceramah, Curah pendapat dan tanya
jawab |
|
L |
Media
/ Alat |
LCD, Power
Point, Belajar kelompok yang efektif |
|
M |
Pelaksanaan |
|
|
Tahap |
Uraian Kegiatan |
|
|
1. Tahap Awal / Pedahuluan |
1.
Membuka dengan salam
dan berdoa 2.
Membina hubungan baik
dengan peserta didik (menanyakan kabar, pelajaran sebelumnya, ice breaking) 3.
Menyampaikan tujuan
layanan materi Bimbingan dan Konseling 4.
Menanayakan
kesiapan kepada peserta didik |
|
|
2. Tahap Inti |
1.
Guru BK menayangkan media slide power point yang
berhubungan dengan materi layanan 2. Peserta didik mengamati slide pp yang berhubungan dengan materi layanan 3.
Guru BK mengajak
curah pendapat dan
tanya jawab 4.
Guru BK membagi kelas menjadi
6 kelompok, 1 kelompok 5- 6 orang 5.
Guru BK
memberi tugas kepada masing-masing kelompok 6.
Peserta didik
mendiskusikan dengan
kelompok masing-masing 7.
Setiap
kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian kelompok lain menanggapinya, dan
seterusnya bergantian sampai selesai. |
|
|
|
3. Tahap Penutup |
1.
Guru BK mengajak
peserta didik membuat kesimpulan yang terkait dengan materi layanan 2.
Guru BK menyampaikan
materi layanan yang akan datang 3.
Guru BK mengakhiri
kegiatan dengan berdoa dan salam |
|
M |
Evaluasi |
|
|
|
1. Evaluasi Proses |
Guru BK atau
konselor melakukan evaluasi dengan memperhatikan proses yang terjadi : 1. Melakukan Refleksi hasil, setiap peserta didik menuliskan di kertas yang sudah disiapkan. 2. Sikap atau atusias peserta didik dalam
mengikuti kegiatan 3. Cara peserta didik dalam menyampaikan
pendapat atau bertanya 4. Cara peserta didik memberikan penjelasan
dari pertanyaan guru BK |
|
2. Evaluasi Hasil |
Evaluasi
setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain : 1. Merasakan suasana pertemuan :
menyenangkan/kurang menyenangkan/tidak menyenangkan. 2. Topik yang dibahas : sangat penting/kurang
penting/tidak penting 3. Cara Guru Bimbingan dan Konseling atau
konselor menyampaikan : mudah dipahami/tidak mudah/sulit dipahami 4. Kegiatan yang diikuti : menarik/kurang
menarik/tidak menarik untuk diikuti |
LAMPIRAN-LAMPIRAN
1.
Uraian materi
2.
Lembar kerja siswa
3. Instrumen penilaian
Cianjur, Juli 2026
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru
BK
Ai Maskuroh, SE. Uuh Suhaemi Arizal, S.Pd.I
NIP --- NIP. ---
Lampiran 1. Uraian Materi
BELAJAR
KELOMPOK YANG EFEKTIF
Belajar Kelompok adalah sebuah model pembelajaran dimana peserta
didik belajar bekerja sama dalam sebuah kelompok untuk menyelesaikan tugas
belajar. Menurut Modjiono (1992:61), metode belajar kelompok dapat diartikan
sebagai format belajar mengajar yang menitikberatkan kepada interaksi anggota
yang satu dengan anggota yang lain dalam suatu kelompok guna menyelesaikan
tugas-tugas belajar secara bersama-sama. Jadi, belajar kelompok adalah kegiatan
belajar dalam kelompok dengan tujuan untuk memecahkan permasalahan yang ada.
Tujuan dari belajar kelompok adalah
untuk mengembangkan cara berpikir kritis dalam memecahkan masalah,
mengembangkan kemampuan bersosialisasi dan komunikasi, meninggikan rasa percaya
diri terhadap kemampuan siswa. Selain itu, belajar kelompok juga bertujuan agar
siswa dapat memahami dan menghargai orang lain.
Manfaat dari belajar kelompok :
- Dengan
membentuk kelompok belajar, dapat memotivasi semangat belajar antara teman
satu dengan lainnya.
- Saling
berbagi informasi dan pengetahuan antara teman.
- Membangun
komunikasi timbal balik dengan adanya diskusi.
- Meringankan
tugas yang dberikan karena dikerjakan bersama.
- Mengoptimalkan
kemampuan berpikir siswa dalam menanggapi suatu permasalahan
- bekerja
sama dalam menyelesaikan tugas dan bersosialisasi di luar sekolah.
- Belajar
lebih menyenangkan karena dikerjakan secara berkelompok.
- Meningkatkan
kualitas kepribadian, seperti adanya kerja sama, toleransi, berpikir
kritis dan disiplin.
Belajar kelompok yang efisien :
- Pilih
teman yang paling cocok untuk bergabung dalam satu kelompok yang terdiri
dari 3-5 orang. Dengan anggota yang tidak terlalu banyak diharapkan lebih
fokus dalam berdiskusi.
- Tentukan
dan sepakati bersama, kapan, di mana dan apa yang akan dibahas serta apa
yang perlu dipersiapkan untuk keperluan belajar kelompok. Hal ini penting
agar semua anggota dapat mempersiapkan diri akan materi yang akan
didiskusikan.
- Setelah
berkumpul secara bergilir tetapkan siapa pimpinan kelompok yang akan
mengatur diskusi dan siapa penulis yang akan mencatat hasil diskusi.
- Ciptakan
suasana belajar yang serius tapi santai.
- Rumuskan
pertanyaan atau permasalahan yang akan dipecahkan bersama dan batasi ruang
lingkupnya agar pembahasan tidak menyimpang.
- Bahas dan
pecahkan setiap persoalan satu persatu sampai tuntas. Berikan kesempatan
kepada setiap anggota untuk berpendapat, lalu kaji bersama manakah yang
paiing tepat.
- Bila
terdapat persoalan yang tidak dapat dipecahkan atau tidak ada kesepakatan
antar anggota, tangguhkan saja kemudian minta pendapat guru. Lanjutkan ke
persoalan yang lain.
- Kesimpulan
hasil diskusi dicatat penulis, lalu dibagikan kepada anggota kelompok
untuk dipelajari lebih lanjut di rumah masing-masing.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam KKB adalah :
a. Pembentukan
Kelompok
Kelompok dalam KKB dibentuk
atas bimbingan wali kelas, Guru BK atau prakarsa siswa sendiri. Besarnya
anggota KKB 5 sampai 8 orang, apabila KKB terlalu banyak anggotanya
dimungkinkan akan berubah fungsinya menjadi arena gosip.
Dalam
pembentukan KKB perlu diperhatikan :
1.
Jarak antara
rumah dengan tempat belajar.
2. Kemampuan
anggota.
3. Kualitas anggota.
4. Jenis kelamin,
diusahakan tiap kelompok terdapat siswa putra dan putri.
Musyawarahkan
nama kelompok, tetapkan nama yang menarik dan bermakna. Boleh berupa nama-nama
tokoh, singkatan-singkatan yang bermakna, nama kota/negara/tempat yang menarik dan semua anggota kelompok menjadi bangga bila
nama itu disebut. Contoh :
ARAGANI : Anak Rajin
Gabung Di Sini
CLEOPATRA : Clubnya Orang
Patuh Dan Trampil
ALBATROZ :
Anak loyal Bagus Trampil Obyektif dan Zopan
ARIZONA :
Anak Rajin Zopan dan Bijaksana
PITAGORAS :
Pintar Tangguh Gotong Royong Rajin dan Semangat
PITALOKA :
Pintar Tangguh Loyal dan Kompak Dan lain – lain
Selanjutnya rumuskan Aturan, Undang – undang atau Tata Tertib
Kelompok. Agar lebih mentereng point – point aturan itu boleh kamu namakan
pasal-pasal. Tetapkan aturan-aturan yang berkaitan dengan kedisiplinan,
kerapian, kerajinan, kesopanan, kekompakan dan motivasi pencapaian prestasi
belajar.
Contoh :
Pasal 1 : Semua anggota kelompok
harus selalu berpenampilan rapi
Pasal 2 : Semua anggota kelompok harus saling menjaga
kekompakan, dsb,
Lengkapi aturan / tata tertib kelompok dengan sanksi bagi
pelanggar. Hindari sanksi / hukuman fisik, rumuskan sanksi yang bersifat
kreatif dan mendidik, yang bila sanksi itu diterapkan justru bisa menambah
kekompakan dan keakraban. Contoh : Membawa makanan ringan saat pertemuan
kelompok sebatas kemampuan, membersihkan meja kursi anggota selama 3 hari
berturut-turut, menggantikan kerja piket, mentraktir anggota kelompok sebatas
kemampuan, dan lain-lain.
b. Tempat
Belajar
Tempat
penyelenggaraan KKB, diantaranya :
1.
Di rumah anggota
dengan diatur bergiliran.
2.
Di ruang kelas
pada sore hari.
3.
Di tempat lain
yang memenuhi syarat antara lain adanya meja, kursi, penerangan dan kenyamanan.
c. Persiapan
Belajar
Agar KKB benar-benar
bermanfaat, setiap anggota wajib menyiapkan bahan-bahan dan alat-alat belajar.
Bahan dapat berupa soal-soal yang akan diselesaikan PR, tugas-tugas yang akan
dilaporkan hasilnya, dan sebagainya. Alat-alat dan sumber belajar seperti buku
referensi dan kamus harus pula disiapkan.
d. Pengantar
Bicara
Secara bergiliran tiap
pertemuan KKB diantarkan oleh seorang anggota, untuk membuka suatu pertemuan
dan menyebutkan apa-apa yang akan dibahas agar tujuan KKB tidak menyimpang.
Pembuka pertemuan sekaligus bertindak sebagai ketua saat itu.
e. Waktu
Belajar
Waktu pelaksanaan KKB harus
dijadwalkan hari dan waktunya / jam berapa. Setiap anggota harus disiplin
mentaati jadwal yang telah disepakati. Lama pelaksanaannya bisa 1,5 jam efektif
ditambah 15 menit istirahat. Waktu yang terlalu lama dimungkinkan digunakan
untuk bergurau atau ngobrol.
f. Cara
Pelaksanaan
Berbagai cara untuk membangkitkan KKB diantaranya :
1. Membahas dan menyelesaikan
soal.
2. Tanya jawab.
3.
Memahami kata dan
istilah yang cukup kompleks.
4.
Mencatat
pertanyaan untuk diajukan kepada guru di kelas, dan lain-lain.
Hal yang sangat berharga dalam KKB yang
tersimpan dalam sanubari para anggota setelah mereka dewasa adalah “kenangan
indah” saat aktifitas KKB. Masih tersimpan jelas kesan-kesan kehidupan remaja
pada saat mengadakan KKB dengan kelompoknya yang penuh suka dan suka. Nama-nama
anggota KKB seakan terpatri dalam batin dan menjadi sejarah kehidupan yang
sulit dilupakan.
Lampiran 2. Instrumen Penilian
Lembar
Refleksi Kegiatan Proses Bimbingan Klasikal
Petunjuk :
Bacalah pernyataan di bawah ini dan berilah tanda
centang (√) pada kolom skor sesuai dengan apa yang terjadi dalam kegiatan
bimbingan klasikal yang dilakukan!
|
No |
PERNYATAAN |
SKOR |
|||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
||
|
1 |
Materi yang disampaikan dalam bimbingan klasikal
dibutuhkan peserta didik |
|
|
|
|
|
2 |
Peserta
didik terlibat aktif dalam kegiatan layanan |
|
|
|
|
|
3 |
Peserta didik tertarik dengan media yang
digunakan |
|
|
|
|
|
4 |
Peserta didik senang mengikuti kegiatan
bimbingan klasikal yang dilakukan |
|
|
|
|
|
5 |
Kegiatan bimbingan klasikal
memberikan manfaat bagi peserta didik |
|
|
|
|
|
6 |
Alokasi waktu dalam
pelaksanaan bimbingan klasikal
mencukupi. |
|
|
|
|
|
|
CATATAN .............................................................................................................................................. .............................................................................................................................................. ............................................................................................................................................... |
||||
Keterangan
:
4
= Sangat Baik
3
= Baik
2
= Cukup
1 =
Kurang
LEMBAR
EVALUASI HASIL LAYANAN BIMBINGAN
KLASIKAL
|
No |
PERNYATAAN |
SKOR |
|||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
||
|
1 |
Saya memahami
dengan baik tujuan yang diharapkan
dari materi yang
disampaikan |
|
|
|
|
|
2 |
Saya memperoleh banyak pengetahuan dan Informasi dari materi yang disampaikan |
|
|
|
|
|
3 |
Saya menyadari pentingnya bersikap sesuai dengan materi
yang disampaikan. |
|
|
|
|
|
4 |
Saya meyakini
diri
akan lebih baik,apabila bersikap
sesuai dengan
materi yang disampaikan. |
|
|
|
|
|
5 |
Saya dapat mengembangkan
perilaku yang lebih positif setelah mendapatkan materi yang disampaikan. |
|
|
|
|
|
6 |
Saya dapat mengubah perilaku sehingga kehidupan saya
menjadi
lebih
teratur
dan bermakna |
|
|
|
|
|
|
Total Skor =… |
|
|
|
|
Keterangan:
4
= Sangat Setuju
3
= Setuju
2
= Cukup Setuju
1 = Kurang Setuju
Tidak ada komentar:
Posting Komentar