KEMENTERIAN AGAMA
MTS. TAUHIDUL AFKAR
Jalan
Hancet KM. 6 Cibadak Pesantren Girang Sukanagalih Pacet Cianjur
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)
BIMBINGAN
KLASIKAL
SEMESTER GENAP
TAHUN PELAJARAN 2026/2027
|
A |
Komponen |
Layanan Dasar |
|
B |
Bidang Layanan |
Sosial |
|
C |
Topik / Tema
Layanan |
Etika dan budaya tertib berlalu lintas |
|
D |
Fungsi Layanan |
Pemahaman |
|
E |
Tujuan Umum |
Peserta
didik/konseli dapat memahami pentingnya
memiliki budaya tertib berlalu lintas di jalan serta menumbuhkan kesadaran
untuk disiplin mentaati rambu-rambu lalu lintas |
|
F |
Tujuan Khusus |
1.
Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian
lalu lintas 2.
Peserta didik/konseli dapat memahami tertib
berlalu lintas 3.
Peserta didik/konseli dapat memahami cara aman dalam berkendara |
|
G |
Sasaran Layanan |
Kelas
9 |
|
H |
Materi Layanan |
1.
Pengertian lalu lintas 2.
Tertib berlalu lintas 3.
Cara aman dalam berkendara |
|
I |
Waktu |
2 Kali Pertemuan x 45 Menit |
|
J |
Sumber Materi |
Slamet, dkk 2016, Materi Layanan
Klasikal Bimbingan dan Konseling untuk SMP-MTs kelas 7, Yogyakarta, Paramitra Publishing |
|
K |
Metode/Teknik |
Ceramah, Curah pendapat dan tanya
jawab |
|
L |
Media
/ Alat |
LCD, Power
Point, Budaya tertib berlalu lintas |
|
M |
Pelaksanaan |
|
|
Tahap |
Uraian Kegiatan |
|
|
1. Tahap Awal / Pedahuluan |
1.
Membuka dengan salam
dan berdoa 2.
Membina hubungan baik
dengan peserta didik (menanyakan kabar, pelajaran sebelumnya, ice breaking) 3.
Menyampaikan tujuan
layanan materi Bimbingan dan Konseling 4.
Menanayakan kesiapan
kepada peserta didik |
|
|
2. Tahap Inti |
1.
Guru BK menayangkan media slide power point yang
berhubungan dengan materi layanan 2. Peserta didik mengamati slide pp yang berhubungan dengan materi layanan 3.
Guru BK mengajak
curah pendapat dan
tanya jawab 4.
Guru BK membagi kelas menjadi
6 kelompok, 1 kelompok 5- 6 orang 5.
Guru BK
memberi tugas kepada masing-masing kelompok 6.
Peserta didik
mendiskusikan dengan
kelompok masing-masing 7.
Setiap
kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian kelompok lain menanggapinya, dan
seterusnya bergantian sampai selesai. |
|
|
|
3. Tahap Penutup |
1.
Guru BK mengajak
peserta didik membuat kesimpulan yang terkait dengan materi layanan 2.
Guru BK mengajak
peserta didik untuk agar dapat menghadirkan Tuhan dalam hidupnya 3.
Guru BK menyampaikan
materi layanan yang akan datang 4.
Guru BK mengakhiri
kegiatan dengan berdoa dan salam |
|
M |
Evaluasi |
|
|
|
1. Evaluasi Proses |
Guru BK atau
konselor melakukan evaluasi dengan memperhatikan proses yang terjadi : 1. Melakukan Refleksi hasil, setiap peserta didik menuliskan di kertas yang sudah disiapkan. 2. Sikap atau atusias peserta didik dalam
mengikuti kegiatan 3. Cara peserta didik dalam menyampaikan
pendapat atau bertanya 4. Cara peserta didik memberikan penjelasan
dari pertanyaan guru BK |
|
2. Evaluasi Hasil |
Evaluasi
setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain : 1. Merasakan suasana pertemuan :
menyenangkan/kurang menyenangkan/tidak menyenangkan. 2. Topik yang dibahas : sangat penting/kurang
penting/tidak penting 3. Cara Guru Bimbingan dan Konseling atau
konselor menyampaikan : mudah dipahami/tidak mudah/sulit dipahami 4. Kegiatan yang diikuti : menarik/kurang
menarik/tidak menarik untuk diikuti |
LAMPIRAN-LAMPIRAN
1.
Uraian materi
2.
Lembar kerja siswa
3. Instrumen penilaian
Cianjur, Juli 2026
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru
BK
Ai Maskuroh, SE. Uuh Suhaemi Arizal, S.Pd.I
NIP --- NIP. ---
Lampiran
1. Uraian Materi
ETIKA DAN
BUDAYA TERTIB BERLALU LINTAS
a. Pengertian
Lalu Lintas
Pengertian
lalu lintas, menurut Djajoesman (1976:50) bahwa secara harfia lalu lintas
diartikan sebagai gerak (bolak balik) manusia atau barang dari satu tempat ke
tempat lainnya dengan menggunakan sarana jalan umum. Sedangkan menurut
Poerwadarminta dalam kamus umum bahasa Indonesia (1993:55) menyatakan bahwa
lalu lintas adalah berjalan bolak balik, hilir mudik dan perihal perjalanan di
jalan dan sebagainya serta berhubungan antara sebuah tempat dengan tempat lainnya.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa lalu lintas adalah gerak/pindahnya manusia,
hewan, atau barang dari satu tempat ke tempat lain di jalan dengan menggunakan
alat gerak.
Di
samping itu semua, lalu lintas tidak lepas dari rambu-rambu lalu lintas. Rambu-rambu
lalu lintas adalah satu alat perlengkapan jalan dalam bentuk tertentu yang
memuat lambang, huruf, angka, kalimat ataupun perpaduan di antaranya, yang
digunakan untuk memberikan peringatan, larangan, perintah dan petunjuk bagi
pemakai jalan. Sehingga mengerti rambu-rambu lalu lintas sangatlah berguna.
Karena dengan rambu-rambu lalu lintas pemakai jalan dapat mengerti situasi
jalan yang mereka lewati. Sehingga kecelakaan pada lalu lintas tidak akan
terjadi. Banyak orang terutama kalangan pelajar tidak mau mempelajari tentang
rambu-rambu lalu lintas yang ada.
Selain
itu mengerti tentang marka yang ada juga sangatlah penting. Yaitu marka jalan
yang artinya suatu
tanda yang berada di permukaan jalan atau di atas jalan yang meliputi
peralatan/tanda garis membujur, melintang, garis serong, serta lambang lainnya
yang berfungsi untuk mengarahkan arus lalu lintas yang membatasi daerah
kepentingan lalu lintas. Marka itu dapat berwarna putih atau
kuning. Marka dapat memberi isyarat apakah kita diperbolehkan medahului pemakai
jalan yang ada di depan kita atau tidak. Kalau kita tidak memahaminya, maka
keselamatan kita terancam. Itulah yang sering disebut dengan kecelakaan.
Kecelakaan
lalu lintas adalah suatu peristiwa di jalan yang tidak disangka-sangka dan tidak
sengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pemakai jalan
lainnya,mengakibatkan korban manusia atau korban harta benda (pasal 93
peraturan pemerintah nomor 43 tahun 1999). Oleh karena itu, kecelakaan tidak
bisa kita hindari tetapi kita bisa mencegahnya. Tetapi untuk mencegahnya
membutuhkan kesadaran dari setiap masing-masing pemakai jalan. Sehingga budaya
tertib lalu lintas di jalan sangatlah dibutuhkan. Karena dengan budaya tersebut
dapat mengurangi tingkat kecelakaan yang terjadi, dimana dari tahun ke tahun
tingkat kecelakaan semakin meningkat.
b. Tertib Berlalu Lintas
Apa
yang harus kita lakukan untuk tertib berlalu-lintas? Berikut yang harus
dilakukan, diantaranya :
1. Memakai helmet
dengan benar. Helmet harus kita pakai dengan benar karena helmet berfungsi
untuk melindungi kepala kita dari goncangan,benturan, dan benda keras yang akan
jatuh ke kepala kita. Dengan helmet kita akan lebih nyaman dan aman.
2. Memakai jaket,
dan pelindung pada siku dan lutut. Buat berjaga-jaga agar ketika tiba-tiba
terkena halangan akan mengurangi rasa sakit.
3. Memakai dua kaca
sepion. Kaca sepion ini sangat berperan penting saat perjalanan, apa lagi saat
kita menyalip kita menggunakan kaca sepion untuk melihat keadaan dari
belakang.
4. Lengkapi dengan
spedometer. Alat ini sangat penting kita gunakan untuk mengukur seberapa cepat
kendaraan kita melaju. Jika kita tidak menggunakannya, maka kita akan lupa
dengan kecepatan yang telah kita tempuh.
5. Nyalakan lampu
utama setiap saat. Hal ini telah diteliti dapat mengurangi angka kecelakaan di
jalan-jalan.
6. Taatilah
rambu-rambu lalulintas. Rambu-rambu lalu-lintas sangat penting diperhatikan
karena telah dirancang khusus untuk keselamatan pengemudi.
7. Jangan lupa bawa
surat-surat STNK dan SIM yah. Ini sangat penting karena akan selalu diperiksa
bapak polisi di jalan raya, so biar tidak kena tilang,dibawa yah?
c. Cara Aman Berkendara
Berikut
ini ada beberap tips untuk Aman Berkendara, diantaranya :
1. Lakukan
pengecekan rutin terhadap kendaraan anda.
Apapun kendaraan
anda baik mobil atau motor, pengecekan terhadap mesin kendaraan merupakan hal
yang perlu diperhatikan. Sebisa mungkin apabila kita akan melakukan perjalanan
jauh, atau mudik. Satu hari sebelum perjalanan lakukan pengecekan dan service
ringan terhadap mesin kendaraan anda, termasuk kondisi tekanan udara ban,
minyak, oli, kondisi rem, kaca spion dan lampu.
2. Jangan
lupa membawa kelengkapan surat kendaraan
Kelengkapan surat
kendaraan akan membuat anda merasa aman dijalanan, periksa SIM dan juga STNK
kendaraan. Dengan adanya kelengkepan surat kendaraan maka anda terhindar dari
rasa takut ditilang sama polisi.
3. Membawa
kelengkapan keamanan
Bagi pengendara
motor helm merupakan hal yang penting untuk menjaga kepala kalau terjadi
benturan, disamping itu melindungi mata dari debu jalanan. Juga jangan lupa
untuk membawa jaket, sarung tangan, dan memakai sepatu. Jika anda menggunakan
mobil gunakan selalu sabuk pengaman, ban serep, dan juga persiapan p3k dalam
mobil anda.
4. Mematuhi
peraturan lalu lintas
Peraturan lalu
lintas ditegakkan agar supaya dapat menjamin keselamatan para pengendara. Oleh
karena itu, mematuhi lalu lintas merupakan kewajiban bagi kita semua sebagai
pengguna jalan.
5. Tepat
perhitungan dalam berkendara
Mengurangi
kecepatan ketika melewati keramaian atau perkampungan. Dan menambah kecepatan
dijalan lurus dan kosong. Usahakan agar berkendara pada siang hari agar
pandangan tidak tergangu. Dengan berhati-hati dalam berkendara, semoga kita
dapat selamat sampai tujuan
Tertib
lalu lintas bukan hanya untuk kebutuhan diri sendiri. Tetapi demi ketertiban
bersama dan kebaikan bersama pula.Jika kita tertib, pasti kita akan mendapatkan
kenyamanan dalam diri sendiri maupun di lingkungan sekitar kita. Tentunya kita
bisa menunjukan sikap taat kita pada hukum dan peraturan berlalu-luntas.
d. Manfaat Budaya Tertib Lalu Lintas di Jalan
Budaya tertib
lalu lintas sangatlah bermanfaat bagi kita. Rambu-rambu lalu lintas dibuat
karena untuk memberitahukan sesuatu hal baik itu bersifat peringatan, larangan,
perintah dan petunjuk bagi pemakai jalan. Sehingga rambu-rambu tersebut untuk
ditaati sekaligus dapat memberikan informasi tentang kondisi jalan yang ada
saat itu. Beberapa manfaat akan kita dapatkan ketika kita memiliki budaya
tertib lalu lintas, antara lain :
·
Sampai tujuan dengan selamat
Jika semua orang
terutama kalangan pelajar memiliki budaya tertib lalu lintas maka
keselamatanpun terjamin. Karena pelajar satu dengan yang lain saling memahami
dan mengerti posisi mereka sama-sama pemakai jalan. Budaya tertib lalu lintas
antara lain menjadi pengguna jalan yang baik, menaati rambu-rambu lalu lintas,
serta peraturan yang mengenai lalu lintas. Sehingga mereka sampai tujuan dengan
selamat.
·
Mengurangi tingkat kecelakaan pada
kalangan pelajar
Menurut data
catatan PT Jasa Raharja Cabang Jatim terungkap 70 persen dari total 4.286
korban kecelakaan sepanjang Januari hingga Maret 2014 adalah usia produktif.
Kebanyakan dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan pegawai swasta. Sehingga
dengan adanya kesadaran dalam memiliki budaya tertib lalu lintas maka dapat
mengurangi tingkat kecelakaan pada kalangan pelajar.
·
Mengurangi tingkat pelanggaran lalu
lintas
Dengan adanya
budaya lalu lintas di jalan pada kalangan pelajar, maka tingkat pelanggaran
lalu lintaspun akan berkurang. Sehingga kedamaian pemakai jalan akan lebih
meningkat. Contohnya memakai mesin knalpot yang berstandart nasional makan
pemakai jalan yang lain tidak akan terganggu dengan suara knalpot yang tidak
berstandart nasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar