Kamis, 03 September 2026
BK 8 | RPL 3 Eksplorasi bakat secara mandiri
PEMERINTAH KABUPATEN
CIANJUR
KEMENTERIAN AGAMA
MTS. TAUHIDUL AFKAR
Jalan
Hancet KM. 6 Cibadak Pesantren Girang Sukanagalih Pacet Cianjur
![]()
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)
BIMBINGAN
KLASIKAL
SEMESTER GANJIL
TAHUN PELAJARAN 2026/2027
|
A |
Komponen |
Layanan Dasar |
|
B |
Bidang Layanan |
Pribadi |
|
C |
Topik / Tema
Layanan |
Eksplorasi bakat secara mandiri |
|
D |
Fungsi Layanan |
Pemahaman |
|
E |
Tujuan Umum |
Peserta
didik/konseli dapat mengenal dan
memahami pengertian bakat serta mengaktualisasikan bakat yang dimilikinya |
|
F |
Tujuan Khusus |
1.
Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian
bakat 2.
Peserta didik/konseli dapat memahami
jenis-jenis bakat 3.
Peserta didik/konseli memahami antara
potensial dan aktual |
|
G |
Sasaran Layanan |
Kelas
8 |
|
H |
Materi Layanan |
1.
Pengertian bakat 2.
Jensi-jenis bakat 3.
Antara potensial dan
aktual |
|
I |
Waktu |
2 Kali Pertemuan x 45 Menit |
|
J |
Sumber Materi |
1. Slamet, dkk
2016, Materi Layanan Klasikal Bimbingan dan Konseling untuk SMP-MTs kelas 8,
Yogyakarta, Paramitra Publishing 2. http://mintotulus.wordpress.com |
|
K |
Metode/Teknik |
Ceramah, Curah pendapat dan tanya
jawab |
|
L |
Media
/ Alat |
LCD, Power
Point Ekspolarasi
bakat secara mandiri |
|
M |
Pelaksanaan |
|
|
Tahap |
Uraian Kegiatan |
|
|
1. Tahap Awal / Pedahuluan |
1.
Membuka dengan salam
dan berdoa 2.
Membina hubungan baik
dengan peserta didik (menanyakan kabar, pelajaran sebelumnya, ice breaking) 3.
Menyampaikan tujuan
layanan materi Bimbingan dan Konseling 4.
Menanayakan
kesiapan kepada peserta didik |
|
|
2. Tahap Inti |
1.
Guru BK menayangkan media slide power point yang
berhubungan dengan materi layanan 2. Peserta didik mengamati slide pp yang berhubungan dengan materi layanan 3.
Guru BK mengajak
curah pendapat dan
tanya jawab 4.
Guru BK membagi kelas menjadi
6 kelompok, 1 kelompok 5- 6 orang 5.
Guru BK
memberi tugas kepada masing-masing kelompok 6.
Peserta didik
mendiskusikan dengan
kelompok masing-masing 7.
Setiap
kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian kelompok lain menanggapinya, dan
seterusnya bergantian sampai selesai. |
|
|
|
3. Tahap Penutup |
1.
Guru BK mengajak
peserta didik membuat kesimpulan yang terkait dengan materi layanan 2.
Guru BK menyampaikan
materi layanan yang akan datang 3.
Guru BK mengakhiri
kegiatan dengan berdoa dan salam |
|
M |
Evaluasi |
|
|
|
1. Evaluasi Proses |
Guru BK atau
konselor melakukan evaluasi dengan memperhatikan proses yang terjadi : 1. Melakukan Refleksi hasil, setiap peserta didik menuliskan di kertas yang sudah disiapkan. 2. Sikap atau atusias peserta didik dalam
mengikuti kegiatan 3. Cara peserta didik dalam menyampaikan
pendapat atau bertanya 4. Cara peserta didik memberikan penjelasan
dari pertanyaan guru BK |
|
2. Evaluasi Hasil |
Evaluasi
setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain : 1. Merasakan suasana pertemuan :
menyenangkan/kurang menyenangkan/tidak menyenangkan. 2. Topik yang dibahas : sangat penting/kurang
penting/tidak penting 3. Cara Guru Bimbingan dan Konseling atau
konselor menyampaikan : mudah dipahami/tidak mudah/sulit dipahami 4. Kegiatan yang diikuti : menarik/kurang
menarik/tidak menarik untuk diikuti |
LAMPIRAN-LAMPIRAN
1.
Uraian materi
2.
Lembar kerja siswa
3. Instrumen penilaian
Cianjur, Juli 2026
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru
BK
Ai Maskuroh, SE. Uuh Suhaemi Arizal, S.Pd.I
NIP --- NIP. ---
Lampiran 1. Uraian Materi
EKSPLORASI BAKAT SECARA MANDIRI
Menurut KBBI, bakat adalah dasar (kepandaian, sifat, dan
pembawaan) yg dibawa sejak lahir. Bakat dalam pengertian bahasa atau dalam pengertian yang umum kita
pahami, adalah kelebihan atau keunggulan alamiah yang melekat pada diri kita
dan menjadi pembeda antara kita dengan orang lain.
Bakat (aptitude) pada umumnya diartikan sebagai kemampuan bawaan
sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud. S.C.
Utami Munandar (1985)
Thomas
Amstrong, pakar pendidikan dari Harvard University yang sering berkolaborsi
dengan Howard Gardner dalam membahas kecerdasan. Dalam tulisannya, Little
Geniuses, yang pernah diterbitkan majalah Parenting (1989), ia menjelaskan,
bakat manusia bisa muncul dalam berbagai bentuk. Perhatikan daftar kemampuan
(ability) di bawah ini lalu deteksi mana yang paling kuat di dalam diri Anda :
- Acting Ability (akting / gerakan)
- Adventuresomeness (kepetualangan)
- Aesthetic perceptiveness
(estitika)
- Artistic Talent (artistik)
- Athletic prowess (ke-atlit-an)
- Common sense (pengetahuan umum)
- Compassion (peduli orang lain,
mudah tersentuh)
- Courage (keberanian)
- Creativity (kreativitas)
- Emotional maturity (kematangan
emosi)
- Excellent memory (kehebatan
menyimpan data / menghafal)
- Imagination (imajinasi)
- Inquiring mind (keingintahuan)
- Intuition (intuisi)
- Inventiveness (daya cipta,
penemuan)
- Knowledge of a given subject
(Pengetahuan spesifik)
- Leadership abilities
(kepemimpinan)
- Literary aptitude (bakat
kesastraan)
- Logical-reasoning ability
(kemampuan berlogika)
- Manual dexterity (ketangkasan
manual / ketrampilan tangan)
- Mathematical ability (kemampuan
matematis)
- Mechanical know-how (penguasaan
mekanis)
- Moral character (karakter moral)
- Musicality (permusikan)
- Passionate interest in a specific
topic (kegairahan mengikuti / mendalami topik tertentu)
- Patience (kesabaran)
- Persistence (ketangguhan)
- Physical coordination (kerapian
fisik)
- Political astuteness (kelihaian
berpolitik)
- Problem-solving capacity
(kemampuan menghadapi masalah)
- Reflectiveness (kemampuan
merefleksikan)
- Resourcefulness (kepandaian
mengatasi masalah)
- Self-discipline (disiplin-diri)
- Sense of humor (naluri melucu)
- Social savvy (pemahaman sosial)
- Spiritual sensibility (ketajaman
spiritual)
- Strong will (kemauan keras)
- Verbal ability (kemampuan
mengungkapkan secara verbal)
Daftar
di atas baru sebagian dari sekian. Masih banyak kemampuan alamiah manusia yang
belum atau tidak bisa dijabarkan. Dan lagi, kalau kita perhatikan praktek
hidup, amat sangat jarang ada orang yang hanya diberi satu kemampuan dari
daftar di atas. Dalam diri setiap manusia ada sekian kemampuan dari daftar di
atas. Orang yang hebat di bidang IT tidak berarti hanya dibekali kemampuan
tekun dalam meng-otak-atik komputer. Ia juga punya kemauan keras, punya
disiplin, kreatif, mau mempelajari hal-hal baru dan seterusnya. Seorang tokoh
agama tidak berarti hanya dibekali kemampuan spiritual sensibility saja. Ia
juga punya kemampuan lain yang mendukung keunggulannya, seperti verbal, sosial,
dan lain-lain.
Jenis-Jenis
Bakat
Menurut Rahayu (2), ada dua jenis bakat, yaitu diantaranya:
Bakat umum, merupakan
kemampuan yang berupa potensi dasar yang bersifat umum, artinya setiap orang
memiliki.
Bakat khusus, merupakan
kemampuan yang berupa potensi khusus, artinya tidak semua orang memiliki
misalnya bakat seni, memimpin, berceramah, olahraga. Bakat khusus ini terbagi
lagi menjadi beberapa macam, diantaranya:
·
Bakat Verbal,
yaitu bakat tentang konsep-konsep yang diungkapkan dalam bentuk kata-kata.
·
Bakat
Numerikal, yaitu bakat tentang konsep-konsep dalam bentuk angka.
·
Bakat bahasa
(linguistik), yaitu bakat tentang penalaran analitis bahasa (ahli sastra)
misalnya untuk jurnalistik, stenografi, penyiaran, editing, hukum, pramuniaga
dan lain-lainnya.
·
Bakat
kecepatan, ketelitian, klerikal, yaitu bakat tentang tugas tulis menulis,
ramu-meramu untuk laboratorium, kantor dan dalam kerohanian.
·
Bakat Relasi
Ruang (spasial), yaitu bakat untuk mengamati, menceritakan pola dua dimensi
atau berpikir dalam 3 dimensi. Mempunyai kepekaan yang tajam terhadap detail
visual dan dapat menggambarkan sesuatu dengan begitu hidup, melukis atau
membuat sketsa ide secara jelas, serta dengan mudah menyesuaikan orientasi
dalam ruang tiga dimensi.
·
Bakat Mekanik,
yaitu bakat tentang prinsip-prinsip umum IPA, tata kerja mesin, perkakas dan
alat-alat lainnya.
·
Bakat Abstrak,
yaitu bakat yang bukan kata maupun angka tetapi berbentuk pola, rancangan,
diagram, ukuran-ukuran, bentuk-bentuk dan posisi-posisinya.
·
Bakat
Skolastik, yaitu kombinasi kata-kata (logika) dan angka-angka. (Termasuk
didalamnya kemampuan dalam penalaran, mengurutkan, berpikir dalam pola
sebab-akibat, menciptakan hipotesis, mencari keteraturan konseptual atau pola
numerik, pandangan hidupnya umumnya bersifat rasional).
Antara potensial & Aktual
Untuk
meng-aktual-kan energi potensial itu dibutuhkan pembangkit, pengolahan atau
pendeknya bisa disebut proses aktualisasi.
Proses aktualisasi seperti apa saja yang bisa kita lakukan? Berdasarkan
temuan ilmiyah para ahli atau juga
pengalaman orang lain yang sudah menemukannya :
1. Hasrat sejati (inner
calling)
Di
sini yang perlu kita lakukan adalah menemukan keinginan-keinginan yang selalu
mendorong kita untuk meraihnya atau melakukannya. Konon, di setiap diri manusia
sudah dipasang semacam stasiun radio yang selalu menyuarakan dorongan kepada
kita untuk melakukan sesuatu yang sifatnya sangat spesifik. Inilah yang disebut
hasrat sejati – yaitu sebuah hasrat yang terus menggelora di dalam diri kita.
Supaya hasrat sejati itu teratur dan tersalurkan, cobalah merumuskan dan
memperjuangkan tujuan hidup yang sudah kita buat berdasarkan kemampuan kita
hari ini. Kesimpulan Mary Lou Retton mengatakan,“Setiap orang memiliki bara api
yang menyala-nyala di dalam hatinya untuk meraih sesuatu. Tujuan hidup adalah
alat untuk menemukannya dan menjaganya supaya tetap menyala.”
2. Pembuktian diri
Membuktikan
diri artinya kita memunculkan ide, gagasan atau keinginan lalu kita
memperjuangkannya sampai berhasil. Agar kita tidak terlalu sering gagal,
pilihlah yang kira-kira bisa kita lakukan dengan kapasitas yang kita miliki
hari ini. Semakin banyak yang bisa kita realisasikan, semakin tahu di mana sebetulnya keunggulan dan kelemahan
kita. “Selama Anda belum bisa melihat hasil karya Anda, selama itu pula Anda
belum tahu kemampuan Anda”, pengalaman Martine Grime. Biasanya, selama kita
belum bisa membuktikan apa yang sanggup kita lakukan (menghasilkan kreasi atau
karya), penilaian kita tentang kemampuan kita masih belum akurat. Terkadang
kita hanya merasa mampu padahal belum tentu kita memiliki kemampuan. Pembuktian
adalah jalan untuk mengetahui apakah kita sudah memiliki kemampuan atau baru
merasa mampu.
3. Perbandingan positif
Ini
juga bisa kita lakukan. Tehniknya, kita dapat membuat perbandingan antara kita
dengan orang lain. Orang lain itu bagaikan cermin buat kita. Mengetahui di mana
keunggulan dan kelemahannya, biasanya akan menunjukkan di mana keunggulan dan
kelemahan kita. Tehnik melihat dan melakukan sesuatu dengan orang lain
(bersinergi atau bekerja sama) inilah yang pernah dilakukan Bruce Lee. Cuma ada satu yang perlu dicatat. Model
perbandingan yang kita butuhkan adalah perbandingan positif. Maksudnya, kita
membandingkan diri kita dengan orang lain, bukan untuk tujuan yang macam-macam,
tetapi murni untuk memperbaiki diri.
4. Pengasahan (Practicing)
Konon,
sekitar tahun 1998, tim ahli dari Universitas Exter di Amerika pernah melakukan
studi terhadap kehidupan orang-orang berprestasi, seperti Mozart, Picasco, dan
macam-macam. Hasilnya, mereka merekomendasikan kepada umat manusia untuk
membuang mitos yang selama ini diyakini. Mitos seperti apa yang biasa kita
yakini? Kita sering meyakini bahwa orang-orang berprestasi tinggi itu meraih
prestasinya karena Tuhan “mengistimewakan” mereka dengan bakat yang dimiliki
sementara kita bukan seperti mereka.
Mengapa
keyakinan semacam ini disebut mitos? Telaah di lapangan menyimpulkan, ternyata bukan karena bakat semata yang
membuat mereka berhasil. Memang benar, mereka meraih prestasi tinggi karena
punya bakat, ada peluang, ada dukungan dan ada pelatihan, tetapi faktor yang
paling banyak mendukung keberhasilan mereka adalah “practicing” atau mengasah
bakat, keunggulan atau kelebihan alamiah yang melekat pada dirinya.
“Orang
selalu berkata kepada saya bahwa bakat saya dan kejelian saya yang menjadi
alasan kesuksesan saya. Mereka tidak pernah berkata tentang praktek, praktek,
dan praktek yang saya jalankan.” (Ted Williams, 1918)
5. Penempatan / penyaluran
Tidak
semua keunggulan alamiah itu berada di lokasi yang sangat jauh dari kita
sehingga kita perlu mencarinya setengah mati. Ada kalanya bisa muncul dari
hobi, kegemaran-kegemaran kecil, kegiatan tertentu yang kita lakukan tanpa
beban seperti orang main-main atau dari hal-hal yang sangat dekat dengan
kebiasaan kita sehari-hari. Di sini yang dibutuhkan adalah menyalurkan atau
menempatkannya pada saluran atau bidang-bidang yang kira-kira menguntungkan
kita lalu kita perbaiki dan kita kembangkan.
Sebagai
tambahan, saya ingin mengutip hasil telaah dua orang pakar dari dunia yang
berbeda. Mudah-mudahan ini juga bisa kita jadikan referensi. Pertama, dari
seorang konsultan olahraga yang banyak menggeluti kehidupan atlet, Marie
Dalloway, Ph.D, (2000-2004). Ia mensyaratkan adanya lima hal mendasar bagi
seorang atlet untuk mengaktualkan bakat potensialnya, seperti berikut:
1. Bakat (Talent)
2. Kemauan keras untuk maju (Steel Will).
3. Dedikasi (cinta pekerjaan atau profesi)
4. Pembinaan dan Latihan
5. Training – diri
Sidney
Moon dalam konferensi tahunan kedelapan tentang bakat di Yunani (2002)
menjelaskan bahwa supaya bakat seseorang itu muncul dan bermanfaat bagi orang
itu (ter-aktualkan), maka ini menuntut tiga hal, yaitu :
1. Kemampuan
memahami diri (tahu kelebihan, tahu kelemahan, tahu tujuan)
2. Kemampuan membuat keputusan hidup yang bagus
(berpikir positif, ber-aksi positif, bergaul di lingkungan kondusif, dst)
3. Kemampuan
menaati disiplin–diri (kemauan, ketekunan, kegigihan, dst)
Harus
diakui memang bahwa ada rahasia Tuhan di balik istilah bakat itu. Maksudnya,
bakat dalam arti keunggulan alamiah (potensi) memang dimiliki oleh semua orang,
tetapi kenyataannya ada orang yang tahu (“ditunjukkan”) harta karunnya lebih
dini sementara yang lain tidak. Ada bakat tertentu yang punya nilai sendiri
untuk masa tertentu sementara yang lain tidak atau belum. Mengapa ini harus
terjadi, tentu kita tidak tahu seratus persennya. Selamat mengeksplorasi bakat
Anda
Lampiran 2. Instrumen Penilian
Lembar
Refleksi Kegiatan
Proses Bimbingan Klasikal
Petunjuk :
Bacalah pernyataan di bawah ini dan berilah tanda
centang (√) pada kolom skor sesuai dengan apa yang terjadi dalam kegiatan
bimbingan klasikal yang dilakukan!
|
No |
PERNYATAAN |
SKOR |
|||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
||
|
1 |
Materi yang disampaikan dalam bimbingan klasikal
dibutuhkan peserta didik |
|
|
|
|
|
2 |
Peserta
didik terlibat aktif dalam kegiatan layanan |
|
|
|
|
|
3 |
Peserta didik tertarik dengan media yang
digunakan |
|
|
|
|
|
4 |
Peserta didik senang mengikuti kegiatan
bimbingan klasikal yang dilakukan |
|
|
|
|
|
5 |
Kegiatan bimbingan klasikal
memberikan manfaat bagi peserta didik |
|
|
|
|
|
6 |
Alokasi waktu dalam
pelaksanaan bimbingan klasikal
mencukupi. |
|
|
|
|
|
|
CATATAN .............................................................................................................................................. .............................................................................................................................................. ................................................................................................................................................ |
||||
Keterangan
:
4
= Sangat Baik
3
= Baik
2
= Cukup
1 =
Kurang
LEMBAR
EVALUASI HASIL LAYANAN BIMBINGAN
KLASIKAL
|
No |
PERNYATAAN |
SKOR |
|||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
||
|
1 |
Saya memahami
dengan baik tujuan yang diharapkan
dari materi yang
disampaikan |
|
|
|
|
|
2 |
Saya memperoleh banyak pengetahuan dan Informasi dari materi yang disampaikan |
|
|
|
|
|
3 |
Saya menyadari pentingnya bersikap sesuai dengan materi
yang disampaikan. |
|
|
|
|
|
4 |
Saya meyakini
diri
akan lebih baik,apabila bersikap
sesuai dengan
materi yang disampaikan. |
|
|
|
|
|
5 |
Saya dapat mengembangkan
perilaku yang lebih positif setelah mendapatkan materi yang disampaikan. |
|
|
|
|
|
6 |
Saya dapat mengubah perilaku sehingga kehidupan saya
menjadi
lebih
teratur
dan bermakna |
|
|
|
|
|
|
Total Skor =… |
|
|
|
|
Keterangan:
4
= Sangat Setuju
3
= Setuju
2
= Cukup Setuju
1 = Kurang Setuju